Moderasi Beragama
Moderasi keberagamaan menjadi bagian tidak terpisahkan dari sikap dan praktik keberagamaan dari setiap agama di Tanah Air.
Karakter itulah yang selama ini menjaga bangsa tidak terpecah-belah, dan mengilhami nuansa kehidupan bernegara dan berbangsa yang penuh kerukunan.
Moderasi sebagai sikap jalan tengah atau sikap keberagamaan yang paling ideal? Jika makna di posisi tengah siapa yang paling pinggir?
Lalu muncul pertanyaan dibenak kita, mengapa moderasi beragama itu penting?
1. Menyadari bahwa perbedaan adalah Sunnatullah, karena moderasi beragama berarti mengikuti praktek Nabi Muhammad Saw.
2. Keanekaragaman adalah fitrah bangsa.
3. Pancasila adalah cerminan asli nilai masyarakat.
4. Bangsa Indonesia adalah beragama.
Mengajarkan agama yang ramah, toleran, dan menghargai keberagaman.
Lantas apa saja tantangan moderasi beragama?
1. Menguatnya radikalisme agama: tekstual, simbolik, klaim kebenaran tunggal, penolakan atas keberagaman dan identitas.
2. Indonesia adalah negara beragam agama dan kepercayaan, juga Mazhab dan aliran.
3. Posisi kelompok lemah dalam sebuah relasi menjadi semakin riskan, baik relasi antara minoritas dan mayoritas, maupun relasi laki-laki dan perempuan (tidak moderat).
.
.
.
.
Semoga bermanfaat.
#kkliainpadangsidimpuan2020
Komentar