Pasar Uang dan Saluran Transmisi Kebijakan Moneter Karakteristik Pasar Uang
Pasar uang merupakan tempat pertemuan antara pihak yang ber surplus dana dengan pihak yang ber defisit dana, di mana dananya berjangka pendek titik pasar uang melayani banyak pihak seperti pemerintah, bank, perusahaan asuransi dan lembaga keuangan lainnya.
Mekanisme transmisi moneter dimulai sejak otoritas moneter atau Bank sentral bertindak menggunakan instrumen moneter dalam pelaksanaan kebijakan moneter nya sampai terlihat pengaruhnya terhadap aktivitas perekonomian baik secara langsung maupun secara bertahap. Pengaruh kebijakan tersebut terhadap kegiatan ekonomi akan terjadi melalui berbagai saluran atau channel yaitu saluran uang (langsung), saluran suku bunga saluran kredit, saluran nilai tukar saluran harga aset dan saluran ekspektasi (Pohan, 2008).
Tahapan mekanisme moneter
Pada dasarnya transmisi kebijakan moneter merupakan interaksi antara Bank sentral sebagai otoritas moneter dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya serta pelaku ekonomi lainnya di sektor riil.
Interaksi ini terjadi melalui dua tahapan proses perputaran uang.
- interaksi antara Bank sentral dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya dalam berbagai transaksi di pasar keuangan.
- interaksi yang berkaitan dengan fungsi intermediasi antara industri perbankan dan lembaga keuangan lainnya dengan para pelaku ekonomi dalam berbagai kegiatan di sektor riil.
- Jalur suku bunga, yaitu menekankan bahwa pentingnya aspek harga di pasar keuangan terhadap berbagai aktivitas ekonomi di sektor riil. Oleh karena itu kebijakan moneter yang ditempuh Bank sentral akan berpengaruh terhadap perkembangan berbagai suku bunga di sektor keuangan dan akan berpengaruh pada tingkat inflasi dan outfut riil.
- Jalur nilai tukar, pentingnya jalur nilai tukar dalam transmisi kebijakan moneter terletak pada pengaruh aset finansial dalam valuta asing yang berasal dari berbagai kegiatan ekonomi suatu negara dengan negara lainnya.
- Harga aset, kebijakan moneter berpengaruh terhadap perkembangan harga aset lain, baik harga aset finansial seperti yield obligasi dan harga saham, maupun harga aset fisik khususnya harga aset properti dan emas.
- Jalur ekspektasi inflasi, mekanisme transmisi melalui jalur ekspektasi menekankan bahwa kebijakan moneter dapat diarahkan untuk mempengaruhi pembentukan ekspektasi mengenai inflasi dan kegiatan ekonomi.
- Jalur kredit, mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui jalur kredit berasumsi bahwa fungsi intermediasi perbankan tidak selalu berjalan normal, sehingga yang lebih berpengaruh terhadap ekonomi riil adalah kredit perbankan.
Komentar